Oleh: Siti Nurbayani

 

Sejak zaman pra sejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan asia tenggara. Wilayah barat nusantara dan sekitar malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual disana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah lintasan penting antara cina dan india. Sementara pala dan cengkeh yang berasal dari Maluku, dipasarkan di jawa tengah dan sumatera, untuk kemudian dijual pada pedangang asing.

Proses masuk dan berkembangnya budaya dan ajaran agama islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat. Para tokoh yang mengemukakan pendapat itu diantaranya ada yang langsung mengetahui tentang proses masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran agama islam di Indonesia, tetapi ada pula yang melalui berbagai bentuk penelitian seperti yang dilakukan oleh orang-orang barat (eropa) yang datang ke Indonesia karena tugas atau diperkerjakan oleh pemerintahnya di Indonesia (Ketika Indonesia dikuasai oleh bangsa-bangsa barat).

Tokoh-tokoh yang mengemukakan pendapat tentang keberadaan budaya dan ajaran agama Islam di Indonesia di antaranya:

Marco Polo (1292) Dalam perjalanan pulang dari negeri Cina, Marco Polo mengunjungi Pulau Sumatera. Pelabuhan yang pertama dikunjunginya bernama Ferlec (disamakan dengan Perlak). Menurut Marco Polo, daerah Perlak banyak dikunjungi oleh pedagang Muslim. Keberadaan pedagang Muslim itu dapat mengubah keyakinan penduduk asli untuk memeluk ajaran agama Islam. Berita dari Marco Polo merupakan berita tertua yang menyatakan bahwa di Indonesia telah berkembang sekelompok penduduk Muslim, terutama pada kota-kota yang terletak di tepi pantai atau di tepi jalur pelayaran dan perdagangan pada saat itu.

Mohammad Ghor Mohammad Ghor merupakan seorang tokoh yang berhasil menaklukkan dan menyebarkan Islam di Gujarat (India). Dalam penyebaran budaya dan ajaran agama Islam ke Indonesia, para pedagang Gujarat mempunyai peran yang sangat penting. Melalui hubungan yang dijalin antara para pedagang Gujarat dengan para pedagang dari Indonesia itulah budaya dan ajaran agama Islam berkembang ke Indonesia.

Ibn Batuta Ibn Batuta telah dua kali melakukan perjalanan ke dan dari China (1345-1346). la menemukan satu kerajaan Islam. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Sultan yang mengikuti upacara Syafi’i. Ibn Batuta juga menyatakan bahwa daerah-daerah yang berada di sekitar negeri itu penduduknya belum memeluk agama Islam. Ibn Batuta juga menemukan satu makam Islam di kota Samudera yang berangka tahun 1421. Penemuan makam bercorak Islam ini, menandakan di daerah Samudera pada waktu itu telah berkembang agama Islam.

Diego Lopez de Sequeira Pada tahun 1509 Diego Lopez de Sequeira mengunjungi Pasai. la berpendapat bahwa Pasai merupakan pusat penyebar¬an budaya dan ajaran agama Islam terpenting dan pertama di Indonesia. Bahkan dari daerah Pasai inilah budaya dan ajaran agama Islam kemudian berkembang ke berbagai daerah di Indonesia.

Sir Richard Winsted menyatakan bahwa Parameswara (raja Malaka) telah memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Iskandar Syah. Hal ini dilakukan karena Malaka mempunyai posisi yang sangat strategis dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan yang melalui Selat Malaka. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya Malaka dijadikan sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara, termasuk juga ke Indonesia.

Melalui beberapa pendapat tersebut, diketahui bahwa budaya dan ajaran agama Islam telah berkembang di Indonesia. Diawali dengan perkembangan dan munculnya Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Dari Samudera Pasai inilah budaya dan ajaran agama Islam berkembang ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, selain tokoh-tokoh tersebut, masih terdapat banyak tokoh-tokoh yang menyebutkan tentang masuk dan berkembangnya budaya dan ajaran agama Islam ke Indonesia.

 

Sumber-sumber Pendukung Masuknya Islam di Indonesia Masuk dan berkembangnya pengaruh agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia diperkuat dengan beberapa sumber berita sejarah, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Sumber-sumber berita itu di antaranya sebagai berikut.

Berita Arab Berita ini diketahui melalui para pedagang Arab yang melaku-kan aktivitasnya dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia. Para pedagang Arab telah datang ke Indonesia sejak masa Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 M) yang menguasai jalur pelayaran-perdagangan di wilayah Indo¬nesia bagian barat termasuk Selat Malaka pada masa itu. Hubungan pedagang Arab dengan Kerajaan Sriwijaya terbukti dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk Kerajaan Sriwijaya, yaitu Zabaq, Zabay atau Sribusa.

Berita Eropa Berita ini datangnya dari Marco Polo. la adalah orang Eropa yang kali pertama menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, ketika ia kembali dari China menuju Eropa melalui jalan laut. la mendapat tugas dari kaisar China untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi. Dalam perjalanannya itu ia singgah di Sumatera bagian utara. Di daerah ini ia telah menemukan adanya kerajaan Islam, yaitu Kerajaan Samudera dengan sebagai ibukota Pasai.

Berita India Berita ini menyebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Karena di samping berdagang, mereka aktif mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada setiap masyarakat yang dijumpainya, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai.

Berita China Berita ini berhasil diketahui melalui catatan dari Ma-Huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho. la menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Pulau Jawa.

 

 

Berdasarkan asal daerah dan waktunya, penyebaran islam dari timur tengah ke Indonesia dapt dibedakan menjadi 3 gelombang:

  1. Dari daerah Mesopotamia, yang waktu itu terkenal sebagai Persia merupakan jalur utara. Dari wilayah Persia, islam menyebar ke timur melalui jalan darat ke afganistan, Pakistan, dan Gujarat, kemudian melalui laut menuju Indonesia.
  2. Melaui jalur tengah, yaitu dari bagian barat lembah yordaniadan di bagian timur melalui semenanjung Arabia, khususnya Hadramaut yang menghadap langsung ke Indonesia.
  3. Ketiga, melalui jalur selatan yang berpangkal di wilayah mesir. Dari kota kairo yang merupakan pusat penyiaran agama islam secara modern.

Sumber Dalam Negeri Terdapat sumber-sumber (Peninggalan) dari dalam negeri yang menerangkan berkembangnya pengaruh Islam di Indonesia.

Pertama, penemuan sebuah batu bersurat di Leran (dekat Gresik). Batu bersurat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab, yang sebagian tulisannya telah rusak. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Ma’mun (1028).

Kedua, makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 1297 M.

Ketiga, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makam didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan-tulisan Arab.

Menurut uka Tjandrasasmita, saluran-saluran islamisasi yang berkembang ada enam, yaitu:

  1. 1.      Saluran Perdagangan

Pada taraf permulaan, saluran islamisasi adalah perdagangan. Kesibukan lalulintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 M. membuat pedagang-pedagang muslim (Arab,Persia,dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian barat, tenggara dan timur asia. Saluran islamisasi melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham.

 

  1. 2.      Saluran Perkawinan

Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status social yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, terutama putrid-putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri saudagar-saudagar itu. Sebelum kawin mereka diislamkan terlebih dahulu.

 

  1. 3.      Saluran Tasawuf

Pengajar-pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam soal-soal magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan menyembuhkan. Dengan tasawuf bentuk islam yang diajarkan kepda penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya menganut agama hindu, sehingga agama baru itu mudah dimengerti dan diterima.

 

  1. 4.      Saluran Pendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan baik pesantren maupun pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama-ulama. Di pesantren itu, calon ulama, guru agama, dan kiai mendapat pendidikan agama.

 

  1. 5.      Saluran Kesenian

Saluran islamisasi melalui kesenian yang paling dikenal adlah pertunjukan wayang. Di katakana, sunan kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dlam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia minta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan dua kalimat syahadat.

  1. 6.      Saluran Politik

Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk islam setelah rajanya memeluk islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya islam didaerah ini.

 

Melalui berbagai saluran tersebut, islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13 M. alasannya adalah sebagai berikut:

-         Islam bersifat terbuka sehingga penyebaran agama islam dapat dilakukan oleh siapa saja atau oleh setiap orang muslim

-         Penyebaran islam dilakukan secara damai

-         Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat.

-         Upacara-upacara dalam agama islam dilakukan dengan sederhana

-         Ajaran islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu.

 

 

  • Sumber belajar:

Wayan, I badrika .2006. Sejarah Nasional Indonesia dan Umum. Jakarta: Erlangga

Yatim, Badri.2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT.Raja Grafindo